dibikin baper lagi sama Andrea, ah Bang.



 Oke, meski novelnya udah lama keluar dan pasti udah banyak banget komen atas tester dari buku keluaran Bentang Pustaka ini… tapi aku tetep mau nulisin isi atas kekaguman yang aku rasain dari lembar perlembar baca sebuah karya maha agung tak habis-habisnya. Yang bahkan baru baca sampe di hal 15 aja aku udah di rayu abis-abisan. Sebelum aku mereview isi novel ini, izinkan aku untuk mengucapkan berterimakasih terlebih dahulu kepada orang-orang yang turut brekontribusi dalam penyelesaian pembacaan buku ini.

 Kepada Trai Maulana makasih sudah bersedia meminjami aku buku yang sudah lama aku idamin ini karena tanpanya aku gabisa sampe didepan laptop sekarang, mereview isi novelnya. Kepada sang jenius, kreatif, sekaligus jenakawan, terimakasih karena telah menulis sebuah novel yang bikin aku baper di akhir cerita. Dan kepada Tuhan, terimakasih aku bersyukur karenaNya telah melahirkan penulis Indonesia berbakat, nun jauh di ujung pulau belitong sana.


Oke back to the topic,
Entah apa isi alam fikiran Andrea, dari awal banget novel lascar pelangi keluar, sampe novel terakhirnya sang Ayah diluncurin aku tak henti-hentinya selalu berdecak kagum. Isi ceritanya selalu tak pernah terbayangkan, membacanya aku selalu merasa dibawa kedunianya. Ketika menekuri isinya yan selalu membahas kebiasaan melayu,  aku seperti bisa melihat lebih jauh, secara kasat kebiasaan melayu adalah kebanyakan dari  watak orang Indonesia. Selain itu, diksi yang bang Andrea bawain juga menurutku sangat-sangat keeren. Sangat jarang sekali seorang penulis yang bisa menyatukan unsur budaya, ilmiah, jenaka, romansa, sekaligus penuh nasihat hidup terpadu dalam satu karya novel. 

FYI untuk Novel andrea total tamatan yang pernah aku baca adalah demikian:
Lascar pelangi 1 kali tamatan
 sang pemimpi aku baca ketika kelas 3 SMP di pesantren sudah 5 kali tamat
 Edensor 3 kali tamatan,
Maryamah karpov 3 kali tamatan
Padang bulan dan cinta didalam gelas 3 kali tamatan
Sebelas patriot 2 kali tamat
Dan yang terakhir ini novel yang baru aku selse tamatin yaitu yang berjudul Ayah :)

Hal ini bukan aku maksud untuk pamer betapa aku rajin dan diangap sebagai tukang baca, bukan kesana maksudku para hadirin. Tapi maksudku adalah untuk mengarahkan ke sidang pembaca bahwa kata-kata dalam setiap tulisan andrea begitu bisa menyihir setiap pembaca nya, sehingga ketika baca novelnya dengan hanya satu tamatan, selalu bakal ngerasa ada yang kurang, yang selalu ngebuat ingin baca kembali. Terutama isi dari novel Ayah, yang menurut aku begitu full colour. Isi novelnya nggak nginduk pada satu bahan atau ide yang baku, seperti novel pada umumnya, didalamnya aku serasa masuk kedalam dunia yang benar-benar pelangi. Unsur budayanya begitu melekat, penjelasan atas realitas etnik tertentu, yang selalu ia terjemahin kedalam bahasa sederhana tapi memikat.  Kemudian khasnya dari andrea adalah selalu memetaforakan hal-hal yang jarang terpikirkan oleh penulis pada umumnya, dan yang terakhir yang kalah penting adalah pensuasanaan kisah romansa yang selalu penuh intrik, khas Andrea. Dan semuanya itu disatuin dalam sebuah novel yang berjudul Ayah. Keren.

Seperti yang udah aku katakan di atas, membaca novel ini baru sampe halaman 15 aja aku udah kalang kabut, karena belum-belum sudah disuguhi dengan banyak analogi tentang hidup. Kerasnya hidup, saripati hidup dan cinta yang tak terbalas. Seperti salahsatu kutipan novel ini

Soal cinta? Sabari tak kenal dan tak suka. Cinta adalah kata yang asing. Cinta adalah  racun manis penuh tipu muslihat. Cinta adalah burung merpati dalam topi pesulap. Cinta adalah tempat yang jauh, sangat jauh, dan urusan konyol orang dewasa.

See? Bagaimana seorang andrea ngebuat sebuah persamaan cinta dengan burung merpati dalam topi pesulap. Ah ini belum seberapa kalo kita melihat contoh yang lainnnya.

Apakah aku kelihatan seperti orang yang sedang memendam sebuah rahasia? Apakah Ukun dan Tamat tahu rahasia hatiku? Bahwa aku sedang jatuh cinta? Perlukah kukabari  mereka bahwa aku sedang jatuh cinta?  Kukabari sedikit mungkin, jangan banyak banyak, tapi jangan ah, aku malu. Oh apakah gerangan yang kualami ini?  mengapa kebingungan bisa menjadi begitu indah?

Dan masih banyak lagi dari sekian keindahan sastrawi yang andrea tuang dalam novel ini.
Cerita singkat dari novel ini adalah sebuah perjuangan seorang lelaki yang sampai seumur hidupnya mencintai hanya pada satu wanita, namun sebaliknya sang wanita tak pernah semili detik pun balik mencintainya. Namun dengan karena sebuah kecelakaan, yang membuat sang wanita hamil diluar nikah, disisi lain secara kebetulan sang lelaki itu adalah pekerja dari ayah sang wanita tersebut. Maka dikawinkan lah mereka dan mempunyai seorang anak yang bernama zorro, meski kebanyakan orang menganggap bahwa zorro bukanlah anak kandung dari sang lelaki. Tapi kemudian tak berselang lama mereka cerai dan sang istri merebut secara paksa anak yang telah sang ayah asuh selama 3 tahun. Disana sang ayah kehilangan arah adan makna hidupnya,  karena anak yang ia asuh direbut oleh orang yang ia cinta dan tak pernah sekalipun berpaling. Selama 8 tahun berpisah dan akhirnya ia pun menjadi sedikit sinting. Kemudian dua sahabatnya yang bernama  Tamat dan Ukun mencoba membantunya dengan mencari si wanita dan zorro demi membuat sahabatnya tidak gila ke seluruh Indonesia. Perjalan yang menghabiskan waktu bertahun-tahun itu pun berbuah hasil. Sang anak bertemu kembali dengan ayahnya. Meski sang wanita masih tetap tidak mencintainya.

Novel ini sangat unpredictable ketika aku nyoba nerka arah akhir dari kisah novel ini, Andrea selalu satu langkah berada didepan aku, bahkan 2 langkah atu bisa juga lebih. Aku selalu terkecoh ketika aku yakin bisa nebak akhir kisah dari novel ini, yang pada nyatanya selalu saja meleset. Ah bang.