Tesis Fukuyama dan Huntington tentang Masadepan Dunia

Hipotesis Fukuyama nampaknya tak meleset tentang apa yang diramalkannya tentang konstelasi dunia di masadepan. Dalam tulisannya tentang konflik peradaban, ia merumuskan bahwa di masadepan (kini) dunia akan mendapatkan ketentraman dan kedamaian luar biasa yang belum pernah dicapai dalam sejarah peradaban manusia dimanapun, dimana demokrasi liberal menjadi kunci utama hal ini bisa terwujud.

Dan ya, dugaannya tak meleset. Mengamini apa yang menjadi hipotesisnya, dunia berubah menjadi apa yang ia nyatakan dalam pendapatnya beberapa dekade lalu. Kita merasakan sendiri begitu banyak berbagai kemajuan yang telah dicapai akibat dari diterapkannya demokrasi liberal. Dimulai dari peningkatan taraf hidup yang semakin tinggi, tingkat melek huruf yang semakin mengecil, perkembangan teknologi dan kesehatan, dan negara negara yang dulunya bersitegang melakukan hubungan bilateral baik dalam ekonomi, militer, budaya dll. Pokoknya hal hal yang dulu merupakan sesuatu yang mustahil berubah menjadi  mungkin deh dilakukan!

Para pakar pun banyak yang sependapat dengan Fukuyama tentang hipotesisnya jika dilihat dari progress yang terjadi terutama semenjak menangnya liberalisme dari musuh alami ideologinya, yaitu komunisme. Intinya dunia kala itu dipenuhi dengan berbagai optimisme dengan keyakinan akan lebih baik.

Begitu karena demokrasi liberalliberal  menawarkan sebuah janji manis yang tak PHP kepada setiap negara yang menggunakannya sebagai ideologi.
Bayang bayang kebebasan, persamaan, dan segala jenis hak privilege yang dulu tak mungkin dimiliki setiap masyarakat selain demokrasi.

"Karena, sebenarnya apa yang tak ditawarkan demokrasi?" Kata Fukuyama.

Dengan begitu, demokrasi adalah penutup segala ideologi, tidak ada ideologi selain demokrasi dan tidak ada sistem selain liberal.  Dan perjalanan manusia kan usai sampai disini. Karena demokrasi liberal merupakan puncak dari tatanan dunia yang ideal.

Namun benarkah demikian??

Seseorang yang pesimis kemudian datang membantah argumen Fukuyama

Meskipun kita tak bisa menafikan telah begitu banyak kebaikan yang telah diberikan demokrasi pada kita, namun perubahan kearah lebih baik ini sepertinya hanyalah perubahan yang temporer dan semu saja.

Huntington dalam bukunya clash civilization justru mengatakan sebaliknya.

"Benturan peradaban merupakan sesuatu yang tak terelakan terjadi. Kita tidak bisa menyangkal hal itu. Karena dikemudian hari negara negara yang sudah mulai bisa mandiri dalam membangun ekonominya akan mengalami krisis identitas. Masing masing mereka yang mengenakan baju dari peradaban Barat akan bertanya pada dirinya "who a im?". Tak lama kemudian muncul konflik internal dan penguatan pada identitas peradaban mereka yang mengarah pada benturan. Dan benturan yang paling kentara terjadi adalah antara islam dan barat"

Dan mengapa ini terjadi?

Tidak lain karena bagi peradaban selain barat, demokrasi liberal bukanlah sistem khas mereka. Ketika sistem ini digunakan oleh mereka (peradaban selain barat) sebagai ideologi, secara tidak langsung merupakan bentuk pengakuan terhadap  kedigdayaan peradaban Barat itu sendiri. Timbul keresahan dari diri mereka karena merasa ada identitas yang terserabut.

Keresahan yang terakumulasi ini, ditambah dengan kemajuan ekonomi sosial dan budaya yang membuka jalan kesempatan bagi mereka untuk menunjukkan taji peradabannya kembali pada dunia, bahwa peradabannya eksis dan bisa mengimbangi barat.

Bagi Hutington, masadepan dunia nanti akan banyak diisi oleh peperangan tak ubahnya perang dunia. Hanya saja luas cakupan, isi dan substansinya yang berbeda. Permasalahan nanti bukan lagi tentangcletak geografis suatu negara atau bagaimana cara menguasai sumber daya, melainkan bagaimana suatu peradaban mendominasi atau tidaknya didunia.