OMG, dimata orang udah
deh kayanya aku udah dianggap freak alias kacau. Otakku yang selalu focus pada
satu tujuan, tepat sasaran dan tanpa pertimbangan akal sehat kadang aku merasa
ada orang yang disakiti karenanya. Bisa dibilang aku tuh tipe orang yang gak
mau tahu pokonya sesuatu yang udah direncanain mateng-mateng itu musti beres
res.. bodo amat orangnya mau rido ato ikhlas juga, yang penting aku... dengan
rancangan dan tujuan yang telah dibuat sebelumnya menyelesaikan setiap
pekerjaan dengan tepat waktu dan penuh prestasi.
Namun aku sadar,
kecepatan masing-masing individu adalah berbeda pada kapasitasnya
masing-masing. Aku gak bisa maksain kehendakku untuk mencapai tujuan itu
setepat yang aku kira, sementara oranglain diambang batas kemampuannya.
Pertimbangan lain yang aku dapetin adalah ternyata terlalu fokus pada one
thing itu bisa membuat sesuatu lain yang menopang tujuan itu di abaikan.
Karena terlalu focus pada tujuan, aku kadang selalu melupakan bahwa subjek yang
mengerjakan pekerjaan itu bukanlah aku seorang, melainkan ada manusia lain yang
juga sama-sama mempunyai perasaan, yang patut dihormati dan dijaga.
Kadang aku juga suka
mengkontemplasi diriku sendiri dan memikirkan sebenarnya jika aku jadi sudut
pandang orang lain dan melihat diriku sendiri, maka apa yang aku akan pikirkan
terhadap diriku? Aku memikirkan bahwa aku adalah seseorang yang keras kepala
dan ambisius pada pencapaian. Namun disisi lain aku memikirkan bahwa aku adalah
seseorang yang rapuh dan berusaha terlihat tegar di muka, namun stress dan
galau ketika pulang. Disisi yang lainnya lagi, sebagai seseorang yang tak
mempunyai pendirian. Ah tuhan, jadi aku ini seperti apa???? Jika ada pepatah
hanya dirimu yang mengetahui kamu, maka tetap saja aku tak bisa memahaminya,
karena ternyata ada jutaan kemungkinan persepsi orang lain atas penilaian
kualitas diriku. Nah yang jadi permasalahan adalah bahkan untuk sampai tahap
identifikasi saja aku gak bisa. Gak bisa memahami diriku yang seutuhnya. Bodohnya
aku kan gitu, diri sendiri saja gak bisa dipahami. Yaallah. Kini yang aku
perlukan hanya ingin menumpahkan segala keluh kesahku pada seseorang yang bisa
mengerti aku dan bisa memahamiku dari segi manusia yang lemah.